Wahyu Sri Sendari

Wahyu Sri Sendari

Minggu, 24 Juli 2011

Hotel

Dalam buku Pengetahuan Dasar Hotel, hotel merupakan salah satu bagian dari usaha pariwisata sebagai suatu usaha penjualan jasa termasuk akomodasinya yang bersifat komersial dengan menyediakan fasilitas-fasilitas yang dijualnya. Hotel merupakan usaha jasa pelayanan yang sangat rumit pengelolahannya (multicomplek) dan seluruh fasilitasnya disediakan untuk umum. Kata Hotel berasal dari bahasa latin, yaitu “Hospitium” artinya suatu ruangan tamu yang berada pada suatu tempat. Setelah mengalami analogi yang lama, kata “Hospitium” tersebut berubah menjadi “Hostel”, dan lama kelamaan orang terbiasa dengan menghilangkan huruf “S” menjadi “Hotel” (Aan Surachlan Dimyati, (1992:30).
Definisi hotel menurut Webster New World Dictionary
Hotel as a commercial establishment providing lodging and usually meals and other services for the public, especially for travels. (Fred R.Lawson 1988 : 653). Terjemahan dalam bahasa Indonesia Hotel adalah suatu bangunan yang menyediakan jasa penginapan, makanan, minuman, serta pelayanan lainnya untuk umum yang dikelola secara komersial terutama untuk para wisatawan.
Definisi Hotel menurut Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi No.KM37/PW.340/MPPT-86
Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan, dan minuman serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial.
Klasifikasi Hotel
Menurut Sudiarto Mangkuwerdoyo dalam Pengantar Industri Akomodasi dan Restoran, (1999:14-17). Klasifikasi suatu hotel dapat dibagi kedalam beberapa kategori, seperti diantaranya sebagai berikut:
1. Klasifikasi dilihat sesuai besar kecilnya hotel.
Ukuran besar kecilnya hotel, ditentukan oleh banyaknya jumlah kamar yang dimiliki.
1. Hotel kecil : mempunyai 25 kamar atau kurang.
2. Hotel sedang : mempunyai lebih dari 25 kamar dan kurang dari 100.
3. Hotel menengah : mempunyai kamar lebih dari 100 dan kurang dari 300.
4. Hotel besar : mempunyai kamar lebih dari 300.
Meskipun demikian, sebuah pengelompokkan hotel tidak akan sama diseluruh dunia ini kalau hanya melihat dari berapa banyaknya jumlah kamar, tetapi dari segi fasilitaspun harus dilihat didalam menilai suatu besar kecilnya hotel.
2. Klasifikasi Berdasarkan Bintang.
Mengenai pengelompokkan hotel yang berbintang, Direktorat Jenderal Pariwisata memutuskan kelompok hotel yang mana yang pantas dinyatakan berbintang setelah dilakukan penilaian-penilaian dari hotel yang dibuat dalam suatu daftar.
Hotel berbintang tersebut terdiri atas:
a. Hotel berbintang satu (One Star Hotel).
b. Hotel berbintang dua (Two Star Hotel).
c. Hotel berbintang tiga (Three Star Hotel).
d. Hotel berbintang empat (Four Star Hotel).
e. Hotel berbintang lima (Five Star Hotel).
f. Hotel berlian (Diamond Star Hotel).
3. Klasifikasi Tipe Tamu Hotel
Pengelompokan dilihat berdasarkan tipe tamu, dapat dibedakan dengan ciri-ciri sebagai berikut:
a. Family Hoteladalah Hotel yang tamunya dominan untuk keluarga.
b. Business Hoteladalah Hotel yang tamunya dominan untuk para pembisnis.
c. Tourist Hoteladalah Beberapa hotel yang tamunya dominan sebagai wisatawan.
d. Transit Hoteladalah Hotel untuk tamu yang singgah untuk sementara waktu.
e. Resort Hoteladalah Hotel untuk tamu yang ingin menikmati keindahan alam di hotel.
4. Klafisikasi dilihat dari lama tinggal tamu
Pengelompokan hotel menurut lamanya tamu menginap dapat dibagi menjadi, sebagai berikut:
1) Transient atau komersial hotel
Tamu hotel yang menginap untuk semalam atau kurang, dan mereka tidak perlu menandatangani perjanjian sewa kamar untuk menginapnya.
2) Resident hotel
Tamu yang menginap, minimal dalam jangka waktu satu bulan, dengan perjanjian sewa diantara kedua belah pihak.
3) Semi Resident hotel
Tamu dengan lama tinggal, untuk tinggal semalam saja.
5. Plan atau Harga Jual
1) European Plan : Hotel hanya menjual harga kamar saja.
2) American Plan : Hotel yang menjual kamar dan dengan
ditambah makan dengan tarif tertentu.
3) Economy Hotel : Hotel dengan harga jual terendah.
4) First Class Hotel : Hotel dengan harga jual menengah.
5) De-Luxe Hotel : Hotel dengan harga jual paling mahal.
6. Lokasi atau Letak Hotel
Dilihat dari segi lokasi, type hotel dapat dibagi menjadi:
1) Resort Hotel : Hotel yang terletak didaerah-daerah tempat wisata,
seperti lokasi hotel yang berada didekat pantai.
2) City Hotel : Hotel yang terletak ditengah kota.
3) Higway Hotel : Hotel yang terletak di pinggiran kota, misalnya motel
Kitchen (Dapur)
Pada dasarnya Kitchen diartikan sebagai tempat dimana terjadi proses kegiatan pengolahan bahan-bahan makanan menjadi makanan jadi maupun setengah jadi dengan menggunakan alat-alat yang tersedia.
Pengertian Kitchen
Menurut kamus bahasa inggris, Oxford Dictionary, Kitchen adalah “Room in which meals are cooked”, (1996:237) yang artinya kitchen merupakan ruangan dimana makanan dimasak.
Kitchen dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1.     Cold Kitchen
Kitchen yang merupakan tempat pengolahan bahan-bahan makanan yang membuat hidangan pembuka (cold appetizer), juga membuat cold souce seperti mayonaise, thousand island, callipso, souce, dll. Outlet ini juga menangani pengolahan buah-buahan untuk dekorasi maupun hidangan pembuka dan penutup.
2.     Hot kitchen
Hot kitchen dibagi menjadi 2 bagian yaitu kitchen banquet dan kitchen a’la carte. Dua bagian kitchen tersebut memiliki outlet-outlet seperti dibawah ini:
a. Soucier
Outlet yang bertanggung jawab dalam pengolahan makanan utama (main course) dan pembuatan hot souce seperti demi glace mushroom souce, black pepper souce.
b. Cold kitchen
Outlet yang bertanggung jawab atas pembuatan soup maun side dishes.
c. Butcher
Outlet yang menyiapkan dan mengkhususkan pada daging, ayam, ikan dan sejenisnya. Selain itu menyiapkan bahan baku mentah dan setengah jadi.
Fungsi Kitchen
Sedangkan Fungsi kitchen dalam buku Food and Beveragae, Menurut Richard Sihite (2000:1), beberapa fungsi kitchen hotel adalah sebagai berikut:
1.     Sebagai tempat kegiatan memasak di hotel.
2.     Sebagai tempat eksperimen untuk menghasilkan resep-resep baru.
3.     Alat tolak ukur kualitas hotel melalui pengolahan makanan dan penyajian makanan.
Pastry Kitchen
Dalam buku bakery pastry production, BLPP ; Pastry adalah bagian yang mempersiapkan, mengolah dan menyajikan produk cake, chocolate, biscuit, special occation product,. Penyajian produk pastry pada saatcoofe break, tea time, dessert, party dan juga dijual bebas untuk tamu yang datang ke pastry shop (bila mana hotel tersebut terdapat pastry shop) (1993;1)
Sedangkan pengertian pastry section dalam buku the professional pastry chef second edition adalah, A room to prepare and serve all hot and cold sweet dishes, pastries, cakes, gateaux, petits four, ice cream dishes, and yeast good. (Bo Frieberg 03 : 1990). Yang artinya pastry adalah suatu ruangan untuk mempersiapkan dan melayani segala macam hidangan manis baik panas maupun
dingin seperti, pastries, cakes, gateaux, petits four, ice cream dishes, dan gandum yang baik.
 Cooking Method (Teknik-Teknik Memasak)
Dalam pengelohan makanaan selalu berhubungan dengan metode memasak (cooking method). Dalam buku Authentic Recipes From Europe, makanan dapat dimasak dengan menggunakan cara memasak basah (cooking by moist heat) dan memasak kering (cooking by dry heat) Luca Invernizzi Tettoni (2004:7).
1 Cooking By Moist Heat
Metode memasak yang termasuk ke dalam metode cooking by moist heat adalah sebagai berikut :
Boiling, Simmering, Poaching, Stewing, Braising, Steaming, Blanching.
2 Cooking By Dry Heat
Adapun metode memasak yang termasuk kedalam metode cooking by dry heat adalah :
1) Grilling (memanggang), ialah memasak makanan dengan panas langsung. Sumber panas berada dibawah makanan yang sedang dimasak. Alat yang digunakan disebut Grill yang dilengkapi dengan jeruji kawat. Sumber panas dapat diperoleh dari gas, listrik dan arang (batu bara yang dipanaskan).
2) Baking, adalah memasak makanan didalam oven tanpa disiram-siram dengan minyak panas selama proses memasak (tanpa basting proses).Roasting, ialah suatu proses memasak kering dengan panas yang kuat atau tinggi dari segala arah, biasanya dilakukan didalam oven, sewaktu-waktu makanan tersebut disiram dengan minyak panas untuk mengembalikan kelembaban makanan tersebut.
3) Frying (menggoreng), adalah memasak dengan mempergunakan minyak panas. Frying dibedakan menjadi dua yaitu deep frying(mengunakan minyak banyak) dan pan frying / sautéing (menggunakan minyak sedikit).

Sabtu, 23 Juli 2011

Room Service Procedure in Hotel (SOP)

Today in this Free Hotel Management Training SOP we will learn the skills and knowledge required to provide Room Service in commercial accommodation establishment like hotel or resorts. As you know when food and beverage items are served to guests in his or her room is Called Room Service. For my members in Membership Club I will provide 5 to 10 Posts on Room Service so that my members can learn everything. But for my regular readers here I would like to share some basic procedure for Hotel Room Service.
1. Take and Process Room Service Orders: The telephone is answered promptly and courteously accordance with enterprise procedures and customer service standards. The customer's name is checked and used in the interaction. Details of orders are clarified, repeated and checked with the guest. Suggestive selling techniques are used. Approximate time for delivery is advised to the customer. Orders are accurately recorded and the information is checked. Door knob dockets are correctly interpreted. Where necessary, orders are promptly transferred to the appropriate location for preparation.
2. Set Up Trays and Trolleys: Food and beverage items are correctly prepared for service periods. General room service equipment is prepared for use. Trays and trolleys are set up in accordance with enterprise standards for a range of meals including: Breakfast Lunch Dinner Complimentaries Special requests Correct and sufficient service equipment is selected and checked for cleanliness, and damage. Trays and trolleys are set up so that they are balanced, safe and attractively presented. All food items and beverages are collected promptly and in the right order. Orders and trays are checked before leaving the kitchen and before entering the room.
3. Present Room Service Meals and Beverages: Rooms are approached and guests greeted in accordance with enterprise service standards. Customers are consulted about where trays or trolleys should be placed in the room and advised of potential hazards. Trays and trolleys are placed safely and conveniently. Furniture is correctly positioned where required. Meals and beverages are correctly served and placed if required by the customer and in accordance with enterprise procedures.
4. Present Room Service Accounts: The customers account is checked for accuracy and presented in accordance with enterprise procedures. Cash payments received are presented to the cashier. Charge accounts are presented to the guests for signing and charged to the account.
5. Clean Room Service Area: Floors are checked and promptly cleared of used room service trolleys and trays. trays and trolleys are returned to the room service area and dismantled / cleaned in accordance with enterprise procedures. Equipment and food and beverage items are re- stocked in accordance with enterprise procedures.

RESEP IKAN BAKAR BUMBU ASAM JAWARESEP IKAN BAKAR BUMBU ASAM JAWA

Ikan Bakar Bumbu Asam Jawa

Bahan :
2 ekor ikan bawal, dibersihkan
2 sendok makan kecap ikan
1 sendok teh air jeruk nipis
Bumbu Perendam :
2 cm jahe
3 cm cabai merah
4 butir bawang merah
2 siung bawang putih
½ sendok teh garam
Cara Membuat :
Rendam ikan dalam bumbu halus, kecap ikan, dan air jeruk nipis selama 30 menit.
Bakar samapi ikan matang dan bumbu meresap.

Kamis, 21 Juli 2011

Internet

PENGERTIAN INTERNET Internet (inter-network)dapat diartikan jaringan computer luas yang menghubungkan pemakai computer satu computer dengan computer lainnya dan dapat berhubungan dengan computer dari suatu Negara ke Negara di seluruh dunia ,dimana didalamnya terdapat berbagai aneka ragam informasi Fasilitas layanan internet Browsing atau surfing Yaitu kegiatan “berselancar” di internet .kegiatan ini dapat di analogikan layaknya berjalan –jalan di mal sambil melihat –lihat ke took-tokotanpa membeli apapun. Elektronik mail(E-mail) Fasilitas ini digunakan untuk berkirim surat /dengan orajng lain ,tanpa mengenal batas ,waktu,ruang bahkan birokrasi Searching Yaitu kegiatan mencari data atau informasi tertentu di internet Catting fasilitas ini digunakan untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang lain di internet.pada umumnya fasilitas ini sering digunakan untuk bercakap-cakap atau ngobrol di internet world wide web(WWW) dengan world wide web(WWW) ini anda dapat mengambil, memformat ,dan menampilkan informasi (termasuk teks ,audio, grafik dan video) dengan menggunakan hypertekxt links Mailing list Fasilitas ini digunakan untuk berdiskusi secara elektronik dengan menggunakan E-mail.mailing list ini digunakan untuk bertukar infomasi ,pendapat dan lain sebagainya . Newsgroup Fasilitad ini digunakan untuk berkoferensi jarak jauh ,sehingga anda dapatmenyampaikan pendapat dan tanggapan dalam internet . Download Adalah proses mengambil file dari computer lain melalui internet ke komputer kita. Upload Adalah proses meletakkan file dari computer kita ke computer lain melalui internet File transfer protocol (FTP) Fasilitas ini digunakan untuk melakukan pengambilan arsip atau file secara elektroniok atau transfer file dari satu computer ke computer lain di internet .beberapa di internet telah tersedia file atau dokumentyang siap[ untuk diduplikat oleh orang lain secara gratis . Telnet fasilitas ini digunakan untuk masuk ke system computer tertentu dan bekerja pada system komputer lain. Ghoper Fasilitas ini digunakan untuk menempatkan informasi yang di simpan pada internet servers dengan menggunakan hirarkhi dan anda dapat mengambil informasi tersebut



Sejarah Hotel Di Indonesia

nih kebetulan aku dapet informasi tentang sejarah perhotelan/ hotel. Dan sekarang yang namanya Hotel itu uda ada dimana-mana.




SEJARAH HOTEL



Pada dasarnya keberadaan fungsi hotel adalah sarana penunjang kegiatan berpergian yang berjarak jauh dari tempat tinggal sehingga dibutuhkan sarana akomodasi untuk tempat beristirahat berupa kamar tidur.

Menurut Drs. Oka A.A. Yoeti, sejarah perhotelan sebenarnya sudah dimulai semenjak Mariam dan Yusuf membutuhkan tempat menginap sewaktu Mariam akan melahirkan Nabi Isa, hal ini sejalan dengan peradaban manusia yang selalu memerlukan tempat untuk berlindung sementara terhadap cuaca panas dan dingin dalam melakukan kegiatan perjalanan. 
Pada masa kerajaan Romawi telah dibangun rumah penginanpan yang disebut “MANSIONES” yang berlokasi sepanjang jalan raya utama dengan jarak masing-masing sekitar 40 KM. Kemudian selama abad pertengahan, peraturan keagamaan di Eropa memerintahkan agar dibangun tempat-tempat menginap di sepanjang jalan yang dilalui orang ( road side inn ).
Pada waktu Perang Salib berkecamuk, banyak pengusaha rumah penginapan yang membangun tempat-tempat bagi para prajurit perang, juga bagi para peziarah yang sedang melancong ke tanah suci seperti tertulis di kitab Injil. 
Selain itu, gereja-gereja yang ada juga memberikan pelayanan berupa penyediaan fasilitas beristirahat kepada para pelancong yang memerlukannya. Kebanyakan gereja pada waktu itu mempunyai dua buah dapur, yang satu untuk para Rahib yang tinggal disana dan yang lainnya untuk para pelancong yang bermalam. Tidak diambil pungutan biaya, tetapi diharapkan adanya sumbangan sukarela bagi mereka yang mampu. 
Menurut  Jusupadi  Salmun SH, dalam  film -   film  Western  ( cowboy )  sekitar   tahun   1800 s.d 1900, sudah terdapat hotel yang bersebelahan dengan saloon dan bar restaurant, yang berarti sejak kehidupan tahun tersebut penyediaan hotel, motel, penginapan atau losmen telah dikenal orang sebagai sarana atau penunjang bagi para pelancong.
Hotel  dengan stadard yang lebih baik pertama-tama dibuat di Inggris, kemudian Perancis, Swiss dan beberapa negar terkenal lainnya. Sebuah penginapan di New York City menurut Willam S. Gray dan Salvatore C. Linguori telah memegang peranan penting dalam kancah Revolusi Hotel di Amerika.
Sebelumnya, sebuah Flat ( Mansion ) yang bernama De Lancey pada tahun 1762 telah berubah menjadi sebuah hotel dengan nama baru yaitu Queens Head Tavern. Dalam sejarahnya gedung ini tetap dipelihara dengan baik sebagai lambang yang mencerminkan masa lalu Amerika Serikat dan kini telah menjadi sebuah restaurant yang besar dengan nama Frannces Tavern. Kemudian menyusul hotel di Covent Garden tahun 1774 yang berdampingan dengan bioskop dekat Westminsfer di kota London.




Beberapa kalangan Amerika menganggap hotel yang benar-benar hotel dengan 170 kamar didirikan di New York tahun 1794 dengan nama City Hotel.










Kemudian menyusul Boston’s Tremont House dengan 270 kamar di tahun 1829 yang tidak hanya memberikan pelayanan untuk tinggal sementara, tetapi juga menyediakan ruangan untuk converence bagi masyarakat setempat.
Sejak itu maka menyusul hotel-hotel seperti ini :
Thn 1830-1850 - berdirinya Hotel Aster, The Palmer House dan The Sherman House di ChicagoHotel planters di St. Louis.
Thn 1865 - berdiri The St. Pancras Station and Hotel di London
Thn 1875 – berdiri The Palace di San Fransisco dengan biaya $ 5 Juta, merupakan hotel terbesar dan termegah pada saat itu dengan jumlah 800 kamar.
Thn 1880 – berdiri Ellsworth Milton Statler di New York, yaitu hotel pertama yang dibangun untuk kepentingan “Business Travellers” dan merupakan “Chain Hotel” pertama di dunia.
Thn 1894 – berdiri The Netherlands Hotel di New York sebagai hotel pertama yang menggunakan sambungan telepohone yang connecting ke dalam setiap kamarnya.
Thn 1896 – berdiri hotel The Waldorf Astoria di New York.
Satu hal yang dapat dicatat mengenai lokasi hotel sebelum dan sesudah tahun 1900 di Amerika dan Eropa, umumnya berlokasi tidak jauh dari station kereta api. Akan tetapi, ketika dunia telah mengenal mobil dan pesawat terbang, lokasi hotel tidak lagi tergantung pada station kereta api, karena pemenuhan aspek aksibilitas melalui alat transportasi sudah bersifat diversifikatif sekali.


Sejarah perkembangan perhotelan di Indonesia belum banyak terungkap, juga belum banyak buku yang mengungkapkan masalah ini. Indonesia telah dikenal di dunia pariwisata sejak sebelum Perang Dunia ke I, tetapi jumlah wisatawan yang berkunjung masih terbilang ribuan.  Seiring dengan perkembangan kedatangan wisatawan asing ke indonesia yang lebih memerlukan sarana akomodasi pariwisata bersifat memadai, maka semasa penjajahan kolonial Belanda, mulai berkembanglah hotel-hotel di Indonesia. Dari buku PARIWISATA INDONESIA DARI MASA KE MASA tercatat hotel-hotel yang sudah hadir pada saat itu diantaranya :
Jakarta, dibangun Hotel Des IndesHotel Der Nederlanden, Hotel Royal dan Hotel Rijswijk.
Surabaya, berdiri Hotel Sarkies dan Hotel Oranje.
Semarang, berdiri Hotel Du Pavillion.
Malang, Palace Hotel.
Solo, Slier Hotel.
Yogyakarta, Grand Hotel ( sekarang Hotel Garuda )
Bandung, Hotel Savoy HomannHotel Preanger dan Pension Van Hangel ( kini Hotel Panghegar ).
Bogor, Hotel Salak.
Makasar, Grand Hotel dan Staat Hotel.
Kebanyakan hotel-hotel itu sampai sekarang masih ada, ada yang menjadi Herritage, ada yang sudah direnovasi menjadi lebih baik dan ada juga yang telah diredevelopment total sehingga tidak ada lagi bentuk aslinya, seperti Hotel Des Indes yang dalam perkembangannya pernah menjadi Hotel Duta Indonesia, kini pertokoan Duta Merlin.
Setelah periode pemerintahan Orde Baru, pembangunan dan kehadiran hotel di Indonesia jauh dan sangat berkembang pesat. Terutama setelah masuknya beberapa chains ‘management’ hotel international yang banyak merambah ke kota-kota besar di Indonesia. Sejalan dengan berkembangnya hotel di indonesia ,wajah arsitektur hotel di Indonesia pun sangat berkembang dan inovative. Akan tetapi hal ini menjadi satu tolak ukur sejarah baru untuk Hotel di Indonesia.

Semoga bermanfaat untuk anda :)

Akomodasi Perhotelan


Akomodasi Perhotelan
Sekilas Hotel
Hotel adalah perusahaan yang menyediakan jasa-jasa dalam bentuk akomodasi (penginapan) serta menyajikan hidangan dan fasilitas lain yang memenuhi syarat-syarat comfort dan bertujuan komersial.
Hotel mempunyai 6 Departemen, antara lain :
- Front Office Department
- Housekeeping Department
- Food & Baverage Department
- Accounting Department
- Enginering Department
- Personel Department
Front Offcice adalah bagian dalam hotel yang bertanggung jawab dalam penjualan kamar hotel, baik yang melalui pemesanan ataupun tanpa pemesanan/reservation.
Front Office Department memiliki 6 Section, diantaranya:
- Reservation Section
- Reception Section
- Information Section
- Uniform Section
- Telephone Operator Section
- Guest Chasier Section
Program Produktif
#  Bekerja dengan teman kerja dan pelanggan
#  Bekerja dilingkungan yang berbeda secara sosial
#  Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan di tempat kerja
#  Berkomunikasi melalui telepon
#  Menerima dan memproses Reservasi
#  Menyediakan layanan akomodasi reception
#  Menyediakan jasa Porter
#  Menyediakan layanan Housekeeping untuk tamu
#  Membersihkan lokasi / area dan peralatan
#  Mengembangkan dan memperbaharui pengetahuan industri perhotelan
#  Menyiapkan Kamar tamu
#  Menangani linen dan pakaian tamu